Membaca judul di atas, anda mungkin bertanya-tanya….”Apa itu Resto Organik?”. Resto Organik adalah Resto yang menjual berbagai macam makanan dari bahan-bahan Organik (Tanpa Pestisida), dan tanpa bahan2 kimia yang berbahaya bagi tubuh.  Dengan mengkonsumsi bahan makanan Organik, kita dapat hidup lebih sehat. Memang sih untuk masalah harga bagi  masyarakat Indonesia pada umumnya berpendapat makanan organik itu mahal dan sebagainya….Namun yang terpenting adalah Kesehatan no.1…So, jaga kesehatan anda dengan memilih dan memilah apa yang anda makan ^_^

Kini mulai menjamur restoran yang mengaku penyaji makanan organik. Proses penanamannya memang non-kimiawi. Benarkah tak cuma bikin enteng badan? “Badan rasanya enteng sekali, terutama bahu,” yakin Hariyanto, saat menjelaskan manfaat sayur organik yang dikonsumsinya setiap hari selama hampir setengah tahun ini.

Bukan hanya alasan kesehatan yang membuat pria 48 tahun ini menyukai makanan organik. Mulanya semacam test-case sebelum pelanggan mencicipi sajian sayuran organik di restoran miliknya, “Warung Daun” (WD). Namun, ia jadi keterusan. Habis sehat sih. Barang aneh harga mahal. Upaya menyajikan makanan sehat sepenuhnya juga dilakukan Stevan Lie. Sekitar empat tahun lalu, ujarnya, makanan organik di Jakarta masih barang langka, “Mereka yang cukup uang membelinya di Singapura.” Rekannya, dr. Riani Susanto, ND, CT, seorang dokter naturopati menyarankan agar Stevan mengimpor bahan makanan organik. Namun, masa itu, selain harganya mahal, pasarnya pun belum ada. Yang paling menyakitkan, “Kami dikejar waktu, karena bahan organik expired date-nya pendek.”

Meski begitu, tahun 2001, ia membuka gerai kecil di Ranch Market Pejaten. Bahan makanan organik impor ia pajang. Namun, apa yang terjadi? Hampir tak ada orang menyambangi. Setengah sinis mereka berkomentar, “Barang apaan nih. Kok mahal amat!” Itulah yang membuat Stevan sedih.

Sulih resep
Januari 2004, atas umpan – saran dari pelanggan yang sudah membeli bahan makanan organik berharga mahal tapi tak tahu rasanya, Stevan membuka toko dan restoran sekaligus di Kebonjeruk, Jakarta Barat. Konsep ini disempurnakan jadi 3-in-1, yakni dilengkapi dengan klinik detox centre, yang ditangani langsung dr. Riani. Tiga bulan pertama, restoran yang dinamainya Healthy Choice (HC) itu sepi tamu. Daripada bahan makanan yang dibeli mahal itu rusak, terpaksa dimasak untuk karyawan.
Berbeda dengan resto biasa, HC semaksimal mungkin menggunakan bahan makanan organik. Terutama sayuran. “Tidak seratus persen (berbahan organik), karena susah mencari rempah-rempah yang semuanya organik,” terang Stevan. Namun, dengan resto mungil yang cuma memuat 20 orang itu, ia ingin membuktikan bahwa health-food juga bisa enak, bukan seperti makanan rumah sakit yang tak ada rasa.

Bagaimana caranya? Dengan sulih resep. Artinya, seluruh bahan diganti dengan barang organik. Stevan dan stafnya putar otak menciptakan makanan yang ingredient-nya Sehat. Maka terciptalah misalnya Tom Yam menggunakan cuka apel. Atau udang goreng, yang biasanya pakai kecap manis, diganti molase, baik untuk diabetisi. Untuk pengganti kecap asin dipakai liquid aminos yang kadar sodiumnya rendah, aman bagi penderita hipertensi. Ada juga laksa dan kari yang tidak pakai santan, diganti susu soya (kedelai), sehingga aman bagi penderita hiperkolesterolemi. “Semua ada penggantinya, termasuk vetsin,” yakin Stevan. Diakui, walau tidak didampingi ahli gizi, peran dr. Riani sebagai spesialis detoksifikasi yang mengerti nutrisi cukup besar. Tak perlu dihitung kalori setiap Sajian, yang penting proses penyajiannya benar dan teliti.

Sumber = (http://tabulampot.wordpress.com)

Bookmark and Share